Pages

Jumat, 22 November 2013

Back to Normal

Kembali ke rutinitas setiap hari
Setelah dua hari terkapar tanpa bisa melakukan hal yang berarti
Ini teguran untuk diriku karena tak menghargai diri sendiri
Dan hari ini, di ruangan ini lagi
Ruangan yang banyak menyimpan sepi
Seperti biasa, sendiri dalam diam yang tak terperi
Jari jemari lincah bak menari
Menekan tuts demi tuts merangkai kata dari hati
Dari yang terlihat sampai yang tersembunyi
Aku ingin menyapa seseorang. Hey, apa kabarmu hari ini?
Semoga wajahmu selalu berseri
Bagiku, kau penyebar energi kehidupan layaknya mentari di pagi hari
dan akan tetap seperti itu, pasti
Aku merasakannya, kau yang tak menyadari

Kamis, 21 November 2013

Please Forgive Me

Ada satu masa kau ingin sendirian. Ada satu masa kau membutuhkan orang-orang di sekitarmu. Terkadang saat kau sangat butuh seseorang di sampingmu, tapi tak ada sama sekali. Yah, aku pernah mengalaminya berkali-kali. Kecewa pasti, karena merasa tak diperhatikan atau seolah-olah dianggap  tak ada. Aku tau perasaan itu tapi aku melakukan hal serupa yang pernah mereka lakukan pada orang lain. I'm a bad person.

Permasalahan yang sebenarnya sudah lama terpendam hanya saja aku tak menyadarinya atau mungkin aku hanya tidak ingin membenarkannya. Sometimes i feel so lonely. it's hurt. Terkadang aku berpikir, apakah aku yang terlalu egois? Yah, aku egois. Aku merasa sangat buruk. Terlalu banyak kekecewaan yang ku berikan. 

Maaf telah menjadi salah seorang yang  mengurangi salah satu kebahagiaan yang kau miliki.

I'm Sorry.

Selasa, 05 November 2013

A Bug's Story

Terbang seharian membuat sayapku kelelahan. Berhenti sejenak di taman dan hinggap di bunga Seruni putih. Ah, aku menyukai aromanya. Sepertinya sudah  lama aku tak mencium aroma bunga Seruni. Hhhmmm… sangat lembut bercampur dengan aroma hujan. Ku edarkan pandanganku di taman itu. Sepi, hanya ada bangku taman yang kosong dan lampu taman yang berdiri kokoh di tengah kesendiriannya. Seperti de javu, rasanya aku pernah ke taman ini sebelumnya. Ah, aku ingat, aku pernah berteduh di taman ini.  Saat itu, sedang turun hujan seperti saat ini. Ya, aku ingat sekarang. hanya saja seperti ada sesuatu yang hilang, seperti ada yang lain, ada yang berubah, tapi apa?

Aku masih mencoba mengingat apa kira-kira yang hilang dari taman ini. Sementara itu, gerimis masih belum berhenti. Langit perlahan mulai berwarna jingga, matahari terlihat mulai bersembunyi memberi giliran pada sang rembulan menjalankan tugasnya. Sebaiknya aku pulang, pikirku. Ku kepakkan kembali sayapku sambil masih memikirkan apa yang terjadi di taman itu.  Saat ku tinggalkan taman itu, lampu taman telah menyala memberi terang di sekitarnya. Aku memalingkan wajahku untuk melihat kembali taman itu, tampak tak terurus seperti tak pernah lagi di kunjungi. Yah, itu dia! Itulah yang membuat taman itu tampak berbeda, tak terurus karena tak pernah lagi ada yang mengunjunginya walalupun hanya untuk sekedar duduk di bangku itu. Kalau diperhatikan dengan teliti bangku itu terlihat rapuh dan sepertinya sudah digerogoti rayap. Bunga di taman itupun mulai tumbuh liar bersama rumput yang makin meninggi. Taman yang malang… seingatku ada seseorang yang selalu datang mengunjungi taman ini untuk sekedar berbaring di bangku itu dan menulis. Ke mana perginya seseorang yang selalu duduk di bangku itu?...