Pages

Tampilkan postingan dengan label Great. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Great. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 November 2012

YANG TERBESAR DI DUNIA

Ini adalah salah satu cerita yang menarik menurut saya...
Putri dari salah seorang teman lama saya tengah menjalani tahun pertamanya di bangku SD. Gurunya bertanya, "Apakah yang paling besar di dunia?"

"Ayah saya!" kata seorang gadis kecil.

"Gajah!" kata seorang bocah.

"Gunung!" jawab yang lainnya.

Anak teman saya berkata, "Mata saya adalah hal yang paling besar di dunia".

Seluruh kelas hening sesaat, mereka mencoba memahami jawaban si gadis kecil. "Apa maksudmu? tanya sang guru, sam-sama dibuat bingung.

"Mata saya bisa melihat ayah saya dan dapt melihat gajah. Mata saya pun dapat melihat gunung serta banyak hal lainnya. Karena semua itu dapat masuk ke dalam mata saya, mata saya pastilah sesuatu yang paling besar di dunia".

Kebijaksanaan bukanlah pembelajaran tetapi melihat dengan jernih apa yang tidak diajarkan.

Denga segala hormat kepada putri teman saya itu, saya akan sedikit menambahkan kebijaksanaan yang telah diketahuinya. Bukanlah mata anda tetapi pikiran anda, pikiran andalah yang merupakan hal terbesar di dunia.
Pikiran anda dapat melihat segala sesuatu yang dilihat oleh mata dan juga dapat melampaui apa yang tak tampak melalui imajinasi. Pikiran juga dapat mengetahui adanya suara yang mana mata tidak dapat melihatnya, Pikiran dapat mengetahui apa yang berada di luar jangakuan panca indra.

Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya (108 Cerita Pembuka Hati) by AJAHN BRAHM



DUA BATA JELEK

Kisah ini adalah kisah yang saya ambil dalam sebuah buku yang saya pinjam dari teman saya. Sangat berbobot, dan saya menuliskan kembali di blog ini, beberapa kisah yang menurut saya sangat menarik. Dikisahkan, ada seorang biksu yang sedang membangun sebuah Wihara. Karena tak memiliki cukup biaya, maka mereka mengerjakan semuanya tanpa bantuan dari tukang bangunan. Salah seorang biksu sedang menyusun batu bata untuk membuat sebuah tembok. Dia dengan sabar dan telaten menyusun batu bata itu agar tersusun dengan sempurna. Setelah selesai membanguntembok itu, dia pun mengamati dan mengagumi hasil pekerjaannya. Tapi ternyata, dia tidak sengaja membuat kesalahan. dari semua batu bata yang tersusun dengan rapi, terdapat dua buah batu bata yang tampak miring dan itu terlihat sangat jelek di matanya. dia tak mungkin untuk mencabut dan memperbaiki karena semen sudah terlanjur mengeras. dia pun merasa gelisah dengan tembok tersebut dan kemudian membicarakannya dengan kepala Wihara apakah dia harus membongkar tembok itu dan membangunnya kembali? kepala Wihara mengatakan tak perlu untuk membongkarnya. Saat Wihara baru setengah jadi, biksu itu membawa tamu pertamnya untuk diajak berkeliling. Biksu itu selalu menghindarkan untuk membawa pengunjung melewati tembok yang sudah dia bangun. Namun, pada suatu hari ada salah seorang pengunjung yang melihatnya dan pengunjung itu berkomentar "Itu tembok yang indah,"
Biksu itu terkejut, dia kemudian bertanya "Apakah kaca mata anda tertinggal di mobil? atau penglihatan anda sedang terganggu? tidakkah anda melihat dua buah batu bata jelek yang merusak keseluruhan tembok itu?'
Orang itu pun menjawab, "Ya, saya melihat dua bata jelek itu, namun saya bisa melihat banyak batu bata yang bagus".

Berapa banyak orang yang memutuskan hubungan hanya karena semua yang mereka lihat dari pasangan mereka adalah dua buah batu bata jelek? Pada kenyataannya, ada jauh lebih banyak batu bata yang bagus, namun pada saat itu kita tak mampu melihatnya. Mata kita hanya terfokus pada satu kekeliruan dan menganggap kebenaran yang lain itu seolah tidak ada. Kita semua memilki batu bata jelek dan batu bata baik. Jangan sampai hanya karena sebuah kesalahan, kebaikan yang lain terlupakan.

Si Cacing dan Kotoran Kesayangnnya (108 Cerita Pembuka Hati) by AJAHN BRAHM