Pages

Minggu, 16 Juli 2017

NGILU

Cuaca masih saja dingin beberapa hari ini
Hujan turun dengan jeda berhenti yang tak mampu diprediksi
Mencoba mengingat frekuensi komunikasi terakhir kali
Apa daya hati ini ngilu.

THE FIRST TIME I KNOW KPOP

Assalamualaikum.
This is my short story when the first time i know Kpop and get in to it. 

Kpop is referring to Korean Populer Contents such as Drama, Movie, Song, Music and Style. I know and watch Korean drama in my Junior High School. The first drama that i ever watched is Stairway to Heaven, a melodrama. But, it was normally. I do not get in to Kpop. In my third years Senior High School i get in to Kpop. I watched Drama Boys Before Flower which is really popular in Korea and overseas. For the first time i know Kpop song. I really like one song in that drama called Stand by Me by SHINee. I listened and tried to remember the lyrics. i really like it and started to search about  them. My first reaction when i see them is “Are they put on make up?” ‘Why they are put make up? They’re guy”, “Their make up is so thick” and bla bla bla. Until i realized, they wearing it just for their job. So, it’s okay. And later then my friend introduce me to TVXQ, Super Junior, etc. So, i know many Kpop Groups.

Everything about Kpop is really addicted. I have witness some of my friends become a Kpop fan after said a negative thing about Kpop. So, if you don’t want to become a Kpop Fan don’t bash Kpop. ^_^  They bashed it but they get curious about it. Hehehe
But, being a Kpop Fan not make me love everything about Kpop. There is some point that i don’t like. For Kpop i am not a follower who believe “love is blind”. 

It is already seven years i became a Kpop fan. Some of my friend said to me, “This is not your  time for Kpop anymore. Remember your age.”
I don’t know when will i can stop being a kpop fan. Maybe untill i meet my bias. Bias who can guide me in the world and in the beyond (read: husband). ^_^

Jumat, 24 Februari 2017

MENANTI FAJAR

Terbangun di pagi hari dengan badan menggigil. Ah, akhir-akhir ini suhu terasa begitu dingin menggigit tulang mungkin karena sedang musim penghujan?
Merapikan bantal dan selimut yang berantakan kemudian menatap layar laptop memastikan video yang ingin ditonton berjalan dengan lancar, khawatir jaringan tiba-tiba terputus.
Beberapa hari terakhir ini sedang berkutat dengan sesuatu yang akan merubah perjalanan hidup ke depannya. Masa depangku yang gemilang...hehe... Amin
Tertarik untuk mencoba di bidang lain yang pasti akan berguna ke depannya, untuk saya, untuk kampung halaman, untuk Indonesia tentunya.
Terlalu tinggi mungkin tapi tak apa kan untuk bermimpi? Toh, pesawat terbang tercipta dari keinginan manusia yang bermimpi agar bisa terbang layaknya burung.
Berusaha, bersiap, berdoa, dan belajar. Terlihat tenang di luar tapi di dalam seperti kuota internet midnightku yang sudah ngos-ngosan. Stay cool.
Semoga semua ini berakhir indah pada waktunya. Amin.... Hey, kalian! Aku datang.

Kamis, 08 Desember 2016

Catatan 25

Sebuah perjalanan panjang yang masih belum berhenti. Masih mencoba mencari yang terbaik. Terkadang terhenti sejenak untuk merefleksikan apa yang telah dilalui sebelumnya. Kemudian melanjutkan kembali perjalanan. Menempuh perjalanan yang tak selalu semulus jalan tol, tak selalu lurus, terkadang berkelok-kelok, menanjak dan kemudian menurun. Cuaca yang selalu berubah. panas dingin, terik matahari dan hujan pasti mewarnai.

Pemberhentian dalam sebuah perjalanan memiliki banyak ragam dan corak. Penuh warna dan fatamorgana membuat seseorang untuk berhenti lama. Itulah mengapa ada yang membutuhkan waktu yang lama untuk tersadar dari pemberhentian dan berhenti berputar di lingkaran yang sama. Aku menyebutnya lingkaran setan. Ada yang berat hati melangkah ada yang pergi dengan langkah ringan. Semuanya tergantung dari keputusan yang diambil dan tekad yang dibuat.

Semangat untuk perjalananmu.   


Rabu, 02 November 2016

BUANG ATAU KENANG

Tanpa sadar menelusuri jejak yang mulai memudar. madu kini berubah menjadi racun. dunia terus berputar. Banyak hal buta menjadi lebih jelas jika diperhatikan dari sisi lain yang mungkin sebaginan menyadari kemungkinan yang akan terjadi, memilih untuk tak terlalu peduli atau bisa jadi menolak realita.

Semua hal bisa jadi obat atau racun, menyembuhkan atau mematikan.tergantung pada pilihan dan penilaian. Buang atau kenang.

Rabu, 26 Oktober 2016

TALK WITH RAIN (4)


Malam ini udara sedikit dingin mungkin karena hujan tadi sore yang masih menyisakan dinginnya untuk malam ini. Tirai merah maroon melambai-lambai ditiup angin dari jendela yang masih terbuka. Saat aku berniat untuk menutupnya mataku menangkap sosok yang melambaikan tangannya sembari tersenyum. Aku bergegas ke beranda untuk menemuinya. Kudapati ia duduk di kursi kayu favoritku sedang menatap tanaman bunga yang ada di depannya. Ia menyadari langkah kakiku dan kemudian menoleh. Tangan kanannya mengisyaratkan padaku untuk duduk di sampingnya. Aku memilih duduk di seberangnya. Dia hanya tersenyum melihat tingkahku yang sedikit mengabaikannya.
Seperti biasa, hanya diam tanpa bicara keheningan terasa merambat dan  menggantung di atas kepala menjadikan udara dingin semakin terasa.  Serasa beku.
“Aku datang untuk menjengukmu.” Ucapmu memecah kebekuan. “Aku senang kali ini aku tepat waktu. Tadinya aku khawatir karena mungkin kau tak akan menyadarinya seperti waktu itu.” Ia tersenyum menatapku.

Senin, 24 Oktober 2016

TEGURAN



Deru suara mobil dan motor yang berseliweran menyadarkanku. Ah, sudah berapa lama aku duduk membaca di sini? Buku yang ku baca masih tersisa banyak halaman yang menunggu untuk dibaca tapi rasa malas lebih dulu menggerogoti diriku. Ku urungkan untuk melanjutkan bacaanku. Ku pandangi buku yang ada di tanganku. Buku asing, sama sekali tak ku kenal dan anehnya berada di tanganku dan aku tak tahu darimana buku ini kudapat. Aku membacanya. Mungkin berusaha untuk membacanya. Kata-kata di dalamnya begitu sulit ku pahami. Apakah karena buku ini berbahasa asing? Ah, tidak. Buku ini dalam bahasa yang ku mengerti, tapi mengapa tak bisa ku pahami? Sebegitu susahnya kah?