Berwajah manis layaknya gula
Tersenyum manis pada dunia yang fana
Berpegang pada sebuah kata
Hadapilah dengan senyuman
Lakon yang harus dimainkan
Bukan untuk cari aman
Bukan juga untuk cari teman
Hanya agar bisa memahami dunia
Dia begitu baik, begitu kata mereka
Dia sangat penyabar, begitu kata mereka
Dia seperti malakaikat tak bersayap, begitu kata seseorang padanya
Hah, janglah tertipu
Dia hanyalah manusia biasa yang rapuh
Dia bukan malaikat seperti katamu
Sadarlah, dia hanyalah seorang yang lugu
Jika orang baik dikatakan terlalu baik
Orang baik hanya berpasangan dengan orang baik
Bulshit!!!...
Tak peduli jahat atau baik
Itu semua tak cukup bagi manusia yang licik
Semuanya akan berkata merasa kekurangan dari berbagai aspek
Sudahlah...jika semua seperti itu
Pages
Minggu, 25 Mei 2014
Sabtu, 24 Mei 2014
Punya Adek Cowok Ituuuu....
Ada yang pengen punya adek cowok? atau ada yang pengen punya kakak cowok?
Saya dari dulu ingin sekali punya kakak kandung cowok, tapi apalah daya saya ditakdirkan jadi kakak yang punya adek cowok bukan jadi adik yang punya kakak cowok.
Punya adek cowok ada susah senangnya, betenya, keselnya, pokoknya semua ada. Bertengkar dan saling ejek itu adalah hal yang biasa. Kalo di rumah, ramenya minta ampun dipenuhi suara-suara kami (saya dan adek-adek saya). Sampai-sampai saking ributnya, Ibu saya sampe teriak ngomel-ngomel. Tapi, saat kita diam-diam an suasana rumah menjadi tenang ibu nanya "kenapa rumah jadi sepi? Nah, loh...?"
Waktu adek saya yang cowok masih kecil saya biasanya disuruh ibu untuk jagain, saya juga diajari gimana caranya buatin susu kalo adek haus, diajarin bagaimana gendong adek yang baik dan benar, diajari bagaimana caranya ganti popok. Saking hampir setiap hari seperti itu, saya sempat bosen dan ngiri sama adek karena merasa adek lebih diperhatikan dari pada saya. Maklumlah masih anak-anak. Seiring berjalannya waktu, punya adek cowok memiliki kesenangan tersendiri. Saya suka gangguin dia kalo dia lagi PDKT sama cewek. Punya adek cowok itu seolah mereka adalah gambaran dari ayah. Secara tidak langsung mereka punya peran yang tak tertulis untuk itu. Adek cowok yang dulunya pulang sekolah suka main seharian sore baru pulang ke rumah. Kaos kaki yang kotornya minta ampun seolah-olah sepatunya tak dipakai dan saya pasti akan ngomel pas nyuci pakaian. Saya pernah tanding sama adek saya siapa yang lebih dulu tinggi dan siapa nanti yang lebih tinggi, dan hasilnya adalah tentu saja dia yang lebih tinggi daripada saya. Hehehe.... Semua itu perlahan mulai berubah.
Perubahan besar yang terjadi adalah adek saya menjadi sangat protektif pada saya. kalo dulunya dia cuek saya mau ke mana, sama siapa, pulang jam berapa? hal itu sama sekali tidak pernah dia tanyakan. Hal itu tak berlaku lagi sekarang. adek saya bahkan lebih cerewet dari ibu saya. Hehehehhe...
Saya dari dulu ingin sekali punya kakak kandung cowok, tapi apalah daya saya ditakdirkan jadi kakak yang punya adek cowok bukan jadi adik yang punya kakak cowok.
Punya adek cowok ada susah senangnya, betenya, keselnya, pokoknya semua ada. Bertengkar dan saling ejek itu adalah hal yang biasa. Kalo di rumah, ramenya minta ampun dipenuhi suara-suara kami (saya dan adek-adek saya). Sampai-sampai saking ributnya, Ibu saya sampe teriak ngomel-ngomel. Tapi, saat kita diam-diam an suasana rumah menjadi tenang ibu nanya "kenapa rumah jadi sepi? Nah, loh...?"
Waktu adek saya yang cowok masih kecil saya biasanya disuruh ibu untuk jagain, saya juga diajari gimana caranya buatin susu kalo adek haus, diajarin bagaimana gendong adek yang baik dan benar, diajari bagaimana caranya ganti popok. Saking hampir setiap hari seperti itu, saya sempat bosen dan ngiri sama adek karena merasa adek lebih diperhatikan dari pada saya. Maklumlah masih anak-anak. Seiring berjalannya waktu, punya adek cowok memiliki kesenangan tersendiri. Saya suka gangguin dia kalo dia lagi PDKT sama cewek. Punya adek cowok itu seolah mereka adalah gambaran dari ayah. Secara tidak langsung mereka punya peran yang tak tertulis untuk itu. Adek cowok yang dulunya pulang sekolah suka main seharian sore baru pulang ke rumah. Kaos kaki yang kotornya minta ampun seolah-olah sepatunya tak dipakai dan saya pasti akan ngomel pas nyuci pakaian. Saya pernah tanding sama adek saya siapa yang lebih dulu tinggi dan siapa nanti yang lebih tinggi, dan hasilnya adalah tentu saja dia yang lebih tinggi daripada saya. Hehehe.... Semua itu perlahan mulai berubah.
Perubahan besar yang terjadi adalah adek saya menjadi sangat protektif pada saya. kalo dulunya dia cuek saya mau ke mana, sama siapa, pulang jam berapa? hal itu sama sekali tidak pernah dia tanyakan. Hal itu tak berlaku lagi sekarang. adek saya bahkan lebih cerewet dari ibu saya. Hehehehhe...
TEMA DRAMA KOREA YANG LAGI BOOMING
Annyonghaseyo
yeoreobun…. ^_^
Karena tema
postingan kali ini membahas tentang drama Korea jadi pembukaannya pake salam
dalam bahasa Korea. Hehe…Lumayan lama nda posting yang berbau Korea di blog...
Lanjuuuttt…!!!
Ada yang
suka nonton drama Korea gak? Mungkin ada beberapa pembaca yang suka nonton
drama Korea. Ngomongin drama Korea itu mengasyikkan apalagi ketemu sesama
pecinta drama Korea pasti bakalan heboh. Drama Korea itu keren karena setiap
pembuatan sebuah drama sangat total mulai dari aktor dan aktrisnya, alur
cerita, background tempat, sampai soundtrack di buat dengan sangat matang.
Selasa, 13 Mei 2014
Kenangan
Melihat dua insan bergandengan tangan
Aku tersenyum teringat sebuah kenangan
Kenangan yang tersimpan jauh rapi dalam tumpukan
Tersusun teratur mencari kenyamanan
Sebagai pelipur hati yang terabaikan
::::::: For someone who taught me how to live and life
Aku tersenyum teringat sebuah kenangan
Kenangan yang tersimpan jauh rapi dalam tumpukan
Tersusun teratur mencari kenyamanan
Sebagai pelipur hati yang terabaikan
::::::: For someone who taught me how to live and life
Sabtu, 10 Mei 2014
HAL BARU, LANGKAH BARU, WAJAH BARU
Semalam
merupakan sebuah perjalanan singkat untuk menjadi sesuatu yang terlihat baru. Butuh waktu lama memang mengumpulkan
keberanian untuk mewujudkannya. Sejak setahun lalu meminta pendapat orang-orang
terdekat bagaimana bagusnya dan bagaimana baiknya. Meminta saran dan pendapat
diperlukan agar tak membuat kesalahan dalam memilih, yang pada akhirnya kita
yang akan memutuskan sendiri mana yang terbaik. Saat saya tak ada lagi
keraguan, orang lain yang jadi tak tega. “Tenang aja mbak, masih bisa panjang
lagi kok.”
Hal
yang tak pernah terjadi lagi pada saya sejak SMP. Saya juga sayang, tapi harus
dilakukan demi kebaikannya, biar bagus. Abis tiap kali liat pas bangun pagi
kayak pengen teriak. “Kodong,
banyaknya yang gugur.” Itu adalah kata yang hampir setiap pagi terucap. Pas
liat hasilnya, bagus kok jadinya. Terlihat lebih segar. Sabtu, 3 Mei 2014 pukul
20.14, langkah baru, hal baru, dan wajah baru diriku.
Rabu, 07 Mei 2014
Petualangan 10 hari (Part 1) Makassar-Surabaya
Jalan-jalan meeeennnn!!!!.....
Keinginan yang terpendam sejak lama untuk bepergian ke berbagai tempat yang baru akhirnya terwujud ^_^.
Perjalanan ini sudah lama direncanakan, dari bulan Desember 2013. Sebenarnya sih, kebetulan banget saya bisa ikut perjalanan ini. Awalnya salah seorang teman saya pengen ke Jogja, tujuannya sih mau ketemu pacar yang sedang menuntut ilmu di negeri orang. Karena cuma sendiri dia ngajak saya, tapi saya masih belum mengiyakan soalnya gak yakin bisa pergi dikarenakan budget yang tak memadai. Ternyata eh ternyata, ada salah seorang teman saya yang lain berencana ingin jalan-jalan ke pulau Jawa. Setelah dibujuk dan dirayu akhirnya hati saya pun luluh untuk ikut. Jadinya jalan-jalan ini jadi bertiga. Cari-cari tiket murah, akhirnya dapat tiket pesawat murah (Air Asia) berangkatnya bulan 5 April 2014. Awalnya rute perjalanan dari Makassar ke Surabaya, nginap sehari di Surabaya trus ke Malang nginap sehari, abis itu ke Bandung selama tiga hari trus tujuan akhir itu ke Jogja. Tapi, setelah nyari-nyari infrormasi di internet ternyata rute yang paling sering dilewati itu terbalik dengan rute yang sudah kami susun. Akhirnya rute pun dirubah menjadi Makassar-Surabaya-Jogja-Bandung-Surabaya-Makassar. Tapi, tiga hari sebelum hari keberangkatan ada pemberitahuan dari pihak Air Asia nomor penerbangan dan jadwal penerbangan dirubah dari yang awalnya berangkat pukul 15.45 Wita berubah menjadi pukul 21.45 Wita
Hari keberangkatan pun tiba. Petualangan dimulai. Saya berencana ke bandara nebeng di mobilnya teman karena katanya dia akan diantar sama ayahnya. Tapi, sore harinya saya disms kalo mobil yang akan ngantar dia dan saya masih di bengkel dan akhirnya rencana nebeng di mobil gak jadi. Makassar sedang diguyur hujan saat saya ke bandara Sultan Hasanuddin dengan diantar motor oleh teman saya. Sampai di bandara ternyata saya yang lebih dulu datang. Menunggu sekitar setengah jam, akhirnya kedua teman saya datang. Pas masuk ke dalam bandara, terdengar panggilan terakhir untuk penumpang pesawat yang akan kami naiki. Bayar pajak bandara de el el itu Rp. 70.000 ribu.
Hari keberangkatan pun tiba. Petualangan dimulai. Saya berencana ke bandara nebeng di mobilnya teman karena katanya dia akan diantar sama ayahnya. Tapi, sore harinya saya disms kalo mobil yang akan ngantar dia dan saya masih di bengkel dan akhirnya rencana nebeng di mobil gak jadi. Makassar sedang diguyur hujan saat saya ke bandara Sultan Hasanuddin dengan diantar motor oleh teman saya. Sampai di bandara ternyata saya yang lebih dulu datang. Menunggu sekitar setengah jam, akhirnya kedua teman saya datang. Pas masuk ke dalam bandara, terdengar panggilan terakhir untuk penumpang pesawat yang akan kami naiki. Bayar pajak bandara de el el itu Rp. 70.000 ribu.
Senin, 21 April 2014
Travelling
Hal baru, wajah baru, potret kehidupan lain di belahan dunia.
Ketertarikan, kekaguman, keingintahuan. Lihat dan rasakan.
Akan ke mana langkah kaki dan pikiran membawamu?
Ketertarikan, kekaguman, keingintahuan. Lihat dan rasakan.
Akan ke mana langkah kaki dan pikiran membawamu?
Langganan:
Postingan (Atom)