Pages

Jumat, 14 November 2014

PENGALAMAN PERTAMA KALI SNORKELING

Snorkeling,   tak pernah terpikirkan untuk mencobanya. Berawal dari seorang teman yang mau mencoba akhirnya saya pun ikutan. Selama ini saya cuma berenang dan tahan nafas tapi snorkeling mengharuskan bernafas melalui mulut. Untuk yang baru pertama kali snorkeling seperti saya tentu saja itu bukan hal yang mudah. Karena selama hidup manusia bernafas dengan menggunakan hidung bukan mulut. Hehe
Mula-mula membiasakan diri dulu bernafas menggunakan mulut. Soalnya kalau bernafas pakai hidung kaca matanya jadi berembun dan dijamin tidak akan melihat hal indah yang ada di dasar laut. Di kampung saya ada kacamata yang biasa dipakai perenang, namanya mata tonde. Mata tonde sering dipakai untuk menyelam mencari Kima (Sejenis kerang tapi bentuknya besar). Bedanya sama yang dipakai kalau snorkeling adalah snorkeling tidak untuk menyelam.


Amat sangat keren dapat melihat dengan jelas karang-karang, ikan yang bergerombol. Hanya satu yang tak mengenakkan, bernafas pakai mulut. Haha

Nothing

Entah perasaan apa ini…

Kantuk yang masih terasa setelah terbangun jam 2 malam dan tak bisa tidur lagi. Kebiasaan buruk yang akhir-akhir ini kambuh lagi. Selalu kambuh  jika pikiran terbebani. Hanya sempat tertidur beberapa saat saja setelah itu tak mampu lagi memejamkan mata. Otak memerintahkan mata untuk terpejam tapi hati menolak.
Agak-agak badmood tapi yah sudahlah…
Tidur ditemani tiupan angin yang agak kencang dari kipas angin turbo ‘bede’. Alhasil, saya sukses masuk angin.  Terasa mebosankan suasana kampus sekarang. Banyak yang hilang.
Untuk membunuh kebosanan, membereskan ruangan yang berantakan karena job nari cukup membantu. mengalihkan mood yang sedang tak bersahabat. Ada rasa yang terselip di dada dan saya tau itu apa. Cukup banyak penjelasan yang masuk akal akan hal itu.

Bodoh, itu kata yang sangat cocok dengan keadaan saat ini. Agak gamang memikirkan bagaimana cara yang tepat untuk menanggapi hal ini. Sama gamangnya dengan memikirkan jawaban dari pertanyaan ‘akan kemana kau setelah sarjana?... 

Hay, Helloooooo...

Hay...hay...
Long time haven't post anything in this blog....
many factors cause me can't post...
Yeah...i think i should continue again...
Happy November guys ^_^

Selasa, 09 September 2014

#AWKWARD_MOMENT1



Derap langkah dalam bayangan matahari terik
Tarikan oksigen yang dihirup lebih cepat dari normal
Nafas memburu, kaki kelelahan
Berinisiatif menghilangkan penat sejenak di sebuah kursi panjang
Kursi itu terletak di sebuah lorong gedung, sepi..
Nafas mulai teratur, pikiran mulai tenang, terik matahari sudah tak terlalu terasa…
Mengalihkan pandangan sejenak dari layar handphone dan …
Tiba-tiba sesak... detak jantung pun seakan-akan…
Pandangan terpaku beberapa detik dan kemudian beralih ke tempat lain
Ada apa ini ?...
Ah, sesak dan sakit yang bersamaan

Menyimak



Letih dan jenuh yang melanda selama ini menjadikan yang terlihat menjadi tak menarik lagi.
Senyum yang dipaksakan, wajah ceria yang dibuat-buat, orang kaya melarat yang penuh kepura-puraan….
Topeng manusia menghadapi dunia yang kusut…
Penuh debu  menghiasi parasnya yang semula elok nan jelita
Duduk diam seperti ini memang tak menghasilkan apa-apa di dunia yang sekarang diam tak berarti lagi emas…
Dibandingkan berkoar-koar tak jelas mengutuk sana sini seolah dirinya lebih suci daripada orang yang dikutuknya…
Ah, sebaiknya ku sudahi saja tulisan ini
Sepertinya aku pun mulai berkoar-koar tak jelas
Cukup lihat apa yang akan terjadi nantinya

Diam



Angin laut sepoi-sepoi menerpaku yang duduk diam di geladak kapal
Langit yang sedari sore mendung menyembunyikan sinar rembulan malam ini, redup terhalang oleh awan.
Sedikit sinarnya menerpa permukaan laut membuat jejak-jejak  gemerlap sinar diantara gelombang air, seperti sinar matamu.
Buih-buih air laut sepintas bagaikan punggungmu yang tampak olehku menjauh perlahan dan kemudian lenyap.
Perjalanan ini sangat melelahkan…
Beribu kilometer yang dilalui meninggalkan kisah lain di belakang mobil yang menderu di atas aspal….
Sebagian nafas yang ditinggalkan di sana, tak boleh ku bawa semuanya…

Rabu, 20 Agustus 2014

Just Opini

Siang itu, setelah pulang dari mewawancara orang Jepang saya memutuskan untuk singgah di Korean Corner. Dari sejak awal dibuka sampai sekarang saya baru sekali mengunjungi tempat ini. Sudah terbayang di benak saya pasti akan menyenangkan berada di tempat itu karena masih sepi pengunjung. Jadwal perkuliahan masih libur dan masih disibukkan dengan pnerimaan mahasiswa baru. Saya lebih suka sepi daripada ramai. jarang-jarang Korean Corner sepi dikarenakan animo mahasiswa yang sangat besar dengan hal-hal yang berbau Korea. 

Saat masuk, benar seperti dugaan saya, sepi. Hanya ada beberapa orang yang sibuk mendownload dan saya tahu pasti yang di download adalah pasti sesuatu yang berhubungan dengan Korea. Saya datang ke sini tujuan saya hanya ingin membaca. Saya malas untuk pulang ke kos cepat-cepat karena tidak akan ada hal yang akan saya kerjakan di sana alias kosong. "Membaca membunuh kejenuhan" itulah yang ingin saya lakukan. Bunyi perut yang keroncongan membuat saya semakin ingin membaca. Mau makan uang sudah tak cukup kiriman belum ada), hehe.