Sebagian
besar penggemar Korea pasti tau Lee Seung Gi. Bagi yang belum tau pasti
bertanya-tanya, memangnya Lee Seung Gi itu siapa? Lee Seung Gi Itu bukannya
nama pantai? (baca: Senggigi), bukan juga nama tetangga saya (saya sih juga
berharap dia beneran jadi tetangga saya..hehehe.. #peace). Lee Seung Gi adalah
nama dari seorang penyanyi, aktor, dan MC di Korea Selatan. Kata
teman-teman saya, Lee Seung Gi itu kalo dinilai dari tampang tak terlalu cakep
tapi manis, seperti ada aura-aura yang bikin orang betah berlama-lama melihat
wajahnya (saya pun setuju). Tapi, kalau dibandingkan dengan laki-laki yang
pernah saya lihat secara langsung sudah pasti Lee Seung Gi tetap yang tercakep
(kalo manis ya manis, cakep ya cakep, #terserahsayadong!)…
Pages
Senin, 02 Juni 2014
Jumat, 30 Mei 2014
Dongeng
Semalam aku bermimpi tentangmu
Tentang dongeng dalam buku
Yang masih tersusun rapi dalam rak buku
Terletak disudut cukup lama menganggur
Dengan sisi yang mulai berdebu
Maukah kau mendengar cerita dongeng itu?
Ah, aku tak yakin kau mau...
"Dongengnya agak membosankan, itu menurutku..."
Tapi, entahlah bagaimana pendapatmu
Dongengnya sendu tapi bukan berarti pilu
"Masih maukah kau?...
"Baiklah, dengarkan cerita dongengku".
NB: ^_^
Hangatnya Pelagi
Terpaku untuk kesekian kali
Tersenyum menatap wajah itu lagi
Tak pernah bosan walau berkali-kali
Sepertinya, ini hal yang wajar jika aku seperti ini
Petualangan 10 Hari (Part 2) Surabaya - Jogja
Bagi yang belum membaca part 1 nya monggo klik ini.
Setelah mengambil tiket yang sudah di pesan online sebelumnya, kami bersiap berangkat menuju Jogja. Awalnya saya khawatir naik kereta karena mendengar cerita yang kurang menyenangkan. H2C (harap-harap cemas) melanda bagaimana kalau tenryata semua cerita itu benar adanya. Alhamdulillah, naik kereta tak seseram yang saya bayangkan. Meski mengambil tiket ekonomi, tempatnya lumayan nyaman. Bersih, rapi, dan gak bau seperti cerita yang saya dengar sebelumnya tentang kereta.
mirip rekening listrik ^_^
Kamis, 29 Mei 2014
Gadis dan Jingga di Sore Hari
Jingga di ufuk barat menampakkan warna indahnya pada dunia. Hanya segelintir orang yang menangkap warna indahnya ditengah kecongkakan dunia. Seorang gadis duduk diam di dalam angkot. Terlihat menikmati apa yang disuguhkan alam padanya. Sepertinya dia sangat suka suasana disore hari. Perlahan dibukanya tas ransel yang dibawanya terlihat sedang mencari-cari sesuatu. Gadis itu berhenti, sepertinya dia mendapatkan apa yang sedang dicarinya. Ah, ternyata gadis itu sedang mencari telepon genggamnya. Aku pun mulai menebak dia pasti akan memotret suasana sore dengan menggunakan kamera hapenya. Yah, benar saja dia kemudian memotret suasana sore dan langit Jingga. Tampak bibirnya menyunggingkan senyum, sangat manis. Aku tahu dan dia pun juga pasti tahu, itu bukan kamera profesional, kualitas gambarnya juga tak sebanding dengan kamera profesional. Tapi, aku yakin baginya yang penting saat itu bukanlah kualitas gambar yang bagus, tetapi momen dan cerita yang ditampilkan pada gambar. Aku ingin bertanya padanya tapi ku urungkan.
Setelah memotret beberapa kali, gadis itu mulai memperhatikan hasil fotonya. Setelah puas memperhatikan hasil fotonya, gadis itu kembali menyibukkan diri memperhatikan apa yang terjadi sepanjang perjalanan. Tampaknya gadis itu sangat menikmati perjalanannya. Didorong rasa penasaran yang sangat aku pun memberanikan diri untuk bertanya padanya. Dibandingkan suasana sore aku lebih suka suasana malam hari.
"Sepertinya kau sangat menyukai suasana sore", Tanyaku dengan ragu-ragu. Pandangan matanya yang sedang sibuk memperhatikan jalanan beralih padaku dan tersenyum.
"Iya, sangat suka. Kenapa? kelihatan yah?, tanya gadis itu padaku sembari tersenyum.
"Yah, sangat jelas", jawabku. Dia hanya menanggapi jawabanku dengan tersenyum. Diam selama beberapa saat. Dia kembali sibuk menikmati kesibukan yang terlihat di sepanjang jalan. Tak tahan, aku pun memberanikan diri untuk bertanya lagi.
"Kalau boleh tahu, kenapa kau suka sore hari?, tanyaku hati-hati takut gadis itu menganggap aku terlalu lancang untuk bertanya.
Gadis itu memandangku sejenak sebelum menjawab pertanyaanku. Saat dia memandangku, ku pikir dia keberatan ternyata tidak.
"Layaknya pagi yang ceria, bagiku sore itu hangat dan selalu penuh kehangatan. Kehangatan yang menuju ketenangan. Karena, setelah sore akan ada malam dengan ketenangannya".
Jawabannya membuatku terdiam, sedikit bingung untuk mencerna apa maksudnya. Jadi sebenarnya gadis ini suka suasana sore atau malam hari? Pikiranku seperti mengambang memikirkan jawaban dari gadis itu.
"Kiri Pak!"
Suara gadis itu menyadarkanku dari pikiranku tentang jawabannya.
"Saya turun di sini", kata gadis itu mengucapkan salam perpisahan.
"Iya", jawabku pendek.
Gadis itu menyukai sore hari karena ada malam setelah itu. Apa mungkin aku menyukai malam karena ada pagi setelahnya?
Selasa, 27 Mei 2014
Keongol-ongolan Adek
Humaira Potabuga, itu nama adek saya. Postingan kali ini membahas
tentang adek saya ini. Badannya tinggi besar, lebih tinggi dan lebih besar dari
saya (kalo saya imut-imut). Orangnya jarang senyum dan terlalu jujur kalo
ngomong, makanya dia lebih banyak diam. Soalnya sekali buka mulut perkataannya
itu nusuk. Nusuk karena apa yang dia omongin benar adanya hanya saja terlalu
blak-blakkan. Agak susah baca situasi dan sembrono. Walaupun begitu otaknya
encer. Dia lebih pintar dari saya. pintar di sekolah tapi ongol-ongol kalo di luar sekolah. Dia Suka kebingungan sendiri mau
ngapain dan apa yang harus dilakukan. Walaupun sudah dijelaskan dengan detil
masih saja bingung. Contohnya, baru-baru ini dia pulang kampung sendirian, Karena
ujian nasional dan ujian sekolah sudah selesai jadinya dia libur. Pulang ke
kampung itu menguras tenaga dan duit. Menguras tenaga dan duit kalo pulangnya
melalui jalur darat atau laut. Menguras duit kalau pulangnya melalui jalur
udara. Harga tiket pesawat sangat mahal padahal duduk di pesawat tak sampai 1
jam.
Setelah mencari tiket pesawat yang harganya paling murah akhirnya
dapat tiket pesawat wings dengan harga Rp. 710.000. Itu sudah yang paling
murah, maskapai lain harnganya muai dari 800 an sampai 1,5 juta (ada yang mau
bayarin?). Jadwal berangkat jam 10 pagi. Sebelum hari keberangkatan saya sudah
jelaskan apa yang harus dia lakukan di bandara. Mulai dari pintu pemeriksaan
pertama, pintu pemeriksaan kedua, tempat
check in ada di sebelah mana, setelah check in dia harus menuju ke mana.
Semuanya saya jelaskan dengan detil. Tapi ternyata memilikiotak encer gak
selalu terpakai dengan baik ketika dihadapkan dengan keadaan sebenarnya.
Setelah sampai di bandara, saya menjelaskan kembali apa yang sudah saya
jelaskan di hari sebelumnya. Sudah
menjadi peraturan hampir di semua bandara yang ada di Indonesia, pengantar tak
diperkenankan masuk sampai ke dalam bandara. Adek saya sudah masuk melalui
pemeriksaan pertama dan kemudian ke pintu pemeriksaan kedua. Barusan lewat
pintu pemeriksaan kedua. Dia udah kebingungan mau ke mana celingak-celinguk
cari tempat check in. Karena kebingungan barang yang dibawa pun tak
diperhatikan. Saya yang melihat dari luar udah jengkel sendiri, pengen banget teriak
bilangin perhatiin barang bawaan. Kebingungan nyari tempat check in, barang
bawaannya udah dibawa sama seorang petugas bandara entah siapa dan entah mau
dibawa ke mana. Karena gemes saya pun telfon adek saya. Dari IM3 ke AS mahal
cuy!!.... karena ketidaktelitian dan kesembronoan, adek saya sukses bawa koper
yang salah. Saya jengkel setengah mati. Saya pun nyuruh dia jangan dulu check
in, nyari kopernya dulu. Saya suruh dia keliling dan bertanya pada petugas
bandara yang tadi angkatkan kopernya. Tapi, ternyata dia gak ingat wajah
petugas yang bawain tasnya. Karena dongkol saya pun suruh dia bertanya saja
sama petugas bandara terserah dia. Satu jam berkutat cari oper yang tertukar
tak kunjung ditemukan. Akhirnya saya telfon dia lagi untuk nanyain di dalam
kopernya ada gak barang yang penting? dan dia menjawab gak ada cuma pakaian
doang. Saya pun akhirnya menyuruhnya untuk check in saja. Koper yang ada
padanya dititpin saja sama petugas bandara, jangan dibawa punya orang. Walaupun
saya masih dongkol tapi apalah daya. Yah, yang penting adek saya sampai dengan
selat di tujuaan.
Ini bukan pertama kalinya dia naek pesawat. Hanya saja selama ini
dia naek pesawat selalu berombongan makanya dia tak terlalu memperhatikan apa
saja yang harus dilakukan kalo di bandara. Kalau pun pulang kampung gak naik pesawat dia pasti selalu pulang
bareng saya jadi gak pusing mikirin tetek bengeknya. Itu pelajaran untuk dia
supaya lebih perhatian pada apa yang dibawanya.
Mengusir Rasa Jenuh Selama di Perjalanan
Bepergian
ke suatu tempat yang letaknya agak jauh terkadang menimbulkan rasa bosan selama
di perjalanan. Letak yang agak dekat maupun jauh tak menjamin rasa bosan tak
akan mengganggu. Mengusir rasa bosan selama di perjalanan banyak macamnya
tergantung masing-masing orang nyamannya seperti apa.
1.
Tidur
Cara ini cukup ampuh sebenarnya karena dengan tidur
selain mengistirahatkan badan dan pikiran jauhnya perjalanan tak terlalu
terasa. Tapi ada juga niatnya menghilangkan rasa jenuh karena tidur mulu selama
perjalanan dia sampai bosan tidur terus…hehe… boro-boro jenuh hilang yang ada
badan jadi pegal. Tapi, jangan sampe ketiduran pulas nanti tempat tujuan sudah
terlewati.
2.
Membaca
Membaca memang salah satu cara yang ampuh menghilangkan
kebosanan selama perjalanan. Hanya saja tak semua orang terbiasa membaca dalam
kendaraan. Karena bagi yang tak terbiasa akan merasakan pusing dan mual. Jadi
membaca tak berlaku bagi mereka yang tak terbiasa. Akhir-akhir ini saya sering
menghilangkan rasa jenuh di perjalanan dengan membaca. Jarak tempat les dengan
kos saya lumayan jauh. Dari pada bengong mendingan membaca. Jarak tak akan
terasa jauh, lumayan untuk pengalih perhatian. Awalnya saya tak terbiasa membaca
di dalam kendaraan (angkot) pusing dan mual melanda. Tapi, lama kelamaan sudah
terbiasa.
3.
Mendengarkan Lagu/musik
Murah dan tak mengganggu. Memang kalau naik angkot
kemungkinan kita akan mendengarkan lagu yang diputar oleh si sopir tapi
kekurangannya adalah kita tak bisa mendengarkan lagu yang diinginkan apalagi
mau request lagu. Jadi lebih aman dan tak mengganggu adalah mendengarkan musik
pake headset di mp3/mp4 dan hp. Dijamin tak akan mengganggu.
4.
Menikmati Pemandangan
Pasti hal ini semua pernah melakukannya selama
perjalanan. Tapi menikmati pemandangan akan terasa lebih menyenangkan jika
pemandangannya yang ditampilkan pun mendukung. Akan tak lebih menyenangkan jika
itu sebaliknya. Tapi, ada beberapa orang yang tak pemilih dengan apa yang dia lihat.
Mereka menikmati apa saja yang mereka saksikan selama perjalanan.
Saya
sudah pernah melakukan semuanya di atas. Yah, masing-masing memiliki kelebihan
dan kekurangan. Tinggal dari masing-masing kita memilih mana yang lebih cocok
dan nyaman jika dilakukan.
Langganan:
Postingan (Atom)
