Pages

Sabtu, 10 Mei 2014

HAL BARU, LANGKAH BARU, WAJAH BARU



Semalam merupakan sebuah perjalanan singkat untuk menjadi sesuatu yang terlihat  baru. Butuh waktu lama memang mengumpulkan keberanian untuk mewujudkannya. Sejak setahun lalu meminta pendapat orang-orang terdekat bagaimana bagusnya dan bagaimana baiknya. Meminta saran dan pendapat diperlukan agar tak membuat kesalahan dalam memilih, yang pada akhirnya kita yang akan memutuskan sendiri mana yang terbaik. Saat saya tak ada lagi keraguan, orang lain yang jadi tak tega. “Tenang aja mbak, masih bisa panjang lagi kok.”
Hal yang tak pernah terjadi lagi pada saya sejak SMP. Saya juga sayang, tapi harus dilakukan demi kebaikannya, biar bagus. Abis tiap kali liat pas bangun pagi kayak pengen teriak. “Kodong, banyaknya yang gugur.” Itu adalah kata yang hampir setiap pagi terucap. Pas liat hasilnya, bagus kok jadinya. Terlihat lebih segar. Sabtu, 3 Mei 2014 pukul 20.14, langkah baru, hal baru, dan wajah baru diriku.

Rabu, 07 Mei 2014

Petualangan 10 hari (Part 1) Makassar-Surabaya

Jalan-jalan meeeennnn!!!!.....
Keinginan yang terpendam sejak lama untuk bepergian ke berbagai tempat yang baru akhirnya terwujud ^_^.
Perjalanan ini sudah lama direncanakan, dari bulan Desember 2013. Sebenarnya sih, kebetulan banget saya bisa ikut perjalanan ini. Awalnya salah seorang teman saya pengen ke Jogja, tujuannya sih mau ketemu pacar yang sedang menuntut ilmu di negeri orang. Karena cuma sendiri dia ngajak saya, tapi saya masih belum mengiyakan soalnya gak yakin bisa pergi dikarenakan budget yang tak memadai. Ternyata eh ternyata, ada salah seorang teman saya yang lain berencana ingin jalan-jalan ke pulau Jawa. Setelah dibujuk dan dirayu akhirnya hati saya pun luluh untuk ikut. Jadinya jalan-jalan ini jadi bertiga. Cari-cari tiket murah, akhirnya dapat tiket pesawat murah (Air Asia) berangkatnya bulan 5 April 2014. Awalnya rute perjalanan dari Makassar ke Surabaya, nginap sehari di Surabaya trus ke Malang nginap sehari, abis itu ke Bandung selama tiga hari trus tujuan akhir itu ke Jogja. Tapi, setelah nyari-nyari infrormasi di internet ternyata rute yang paling sering dilewati itu terbalik dengan rute yang sudah kami susun. Akhirnya rute pun dirubah menjadi Makassar-Surabaya-Jogja-Bandung-Surabaya-Makassar. Tapi, tiga hari sebelum hari  keberangkatan ada pemberitahuan dari pihak Air Asia nomor penerbangan dan jadwal penerbangan dirubah dari yang awalnya berangkat pukul 15.45 Wita berubah menjadi pukul 21.45 Wita
Hari keberangkatan pun tiba. Petualangan dimulai. Saya berencana ke bandara nebeng di mobilnya teman karena katanya dia akan diantar sama ayahnya. Tapi, sore harinya saya disms kalo mobil yang akan ngantar dia dan saya masih di bengkel dan akhirnya rencana nebeng di mobil gak jadi. Makassar sedang diguyur hujan saat saya ke bandara Sultan Hasanuddin dengan diantar motor oleh teman saya. Sampai di bandara ternyata saya yang lebih dulu datang. Menunggu sekitar setengah jam, akhirnya kedua teman saya datang. Pas masuk ke dalam bandara, terdengar panggilan terakhir untuk penumpang pesawat yang akan kami naiki. Bayar pajak bandara de el el itu Rp. 70.000 ribu.

Senin, 21 April 2014

Travelling

Hal baru, wajah baru, potret kehidupan lain di belahan dunia.
Ketertarikan, kekaguman, keingintahuan. Lihat dan rasakan.
Akan ke mana langkah kaki dan pikiran membawamu?

Sabtu, 29 Maret 2014

Percakapan dengan Hujan (Part 1)



Duduk bersandar di dinding sambil menatap langit sore yang mendung. Kau datang dengan tiba-tiba mengusir mereka yang berlalu lalang di jalan. Dari rintik-rintik berubah mejadi gerimis dan kemudian turun dengan lebatnya. Aku hanya menghela nafas panjang melihat perbuatanmu yang seenaknya. Tak ada yang bisa memprediksi dengan pasti apa yang akan kau lakukan. Kau menyapaku dengan suaramu yang terdengar agak keras di telingaku.
“Sedang apa kau di situ?,” sapamu padaku.
“Aku hanya sedang menikmati langit sore yang mendung,” jawabku singkat. Aku menatapmu, kau masih seperti dulu dengan raut wajah dan tampilan yang sama. aku telah mengenalmu sejak lama, bahkan aku pun tak menyadarinya.Kau menatapku dengan penuh tanya,tampaknya kau ingin mengatakan sesuatu.
“Kenapa? Kau ingin mengatakan sesuatu?...” tanyaku padamu.
“Kau terlihat sedih, apa yang sedang kau pikirkan? Biasanya aku selalu melihatmu tersenyum jika aku datang,” cerocosmu dengan suara yang tambah keras saja terdengar di telingaku.
“Maukah kau menceritakannya padaku?,” katamu yang terdengar seperti berharap.
Aku terdiam, masih menimbang-nimbang jawaban apa yang harus ku berikan padamu.
“Mmmm… kau pasti tersinggung jika ku ceritakan, apakah tak masalah bagimu?,” aku balik bertanya.
“Mmmm… mungkin aku akan tersinggung, tapi aku akan coba untuk mendengarkan terlebih dahulu,” jawabmu terlihat yakin.
Kau masih seperti itu, menyirami apapun yang ada di permukaan bumi. Aku terdiam,masih mengumpulkan keyakinan apakah harus menceritakannya atau tidak.
“Ayolah, ceritakan padaku,”jawabmu terlihat bersemangat.
“Baiklah, aku akan menceritakannya padamu,” jawabku.”Sebenarnya, aku cemburu padamu,” kataku memulai cerita.
“Padaku? Kenapa?, raut wajah terkejut terlihat di wajahmu.
“Karena dia menyukaimu,” jawabku singkat.
“Aku masih tak mengerti…” jawabmu dengan wajah penuh kebingungan.
“Dia menyukaimu sejak lama. Sebelum bertemu denganku dia telah lebih dulu menyukaimu, bahkan saat bersamaku dia masih menyukaimu, sampai akhirnya dia lebih memilih untuk melepasku, dia masih menyukaimu.” Jelasku.
“Aku tak tahu harus berkata apa, tapi kenapa dia menyukaiku?” tanyamu padaku.
“Aku pun tak tahu, mungkin karena kau bisa menyembunyikan kesedihannya. Bahkan dalam keadaan apapun dia tak berniat untuk menghindarimu,” tambahku.
“Tapi, bukankah kau pun menyukaiku? Tanyamu.
“Iya, aku tak bisa bohong akan hal itu. Aku pun menyukaimu, tapi itu tak akan merubah apa pun bahwa aku menyukaimu dan juga cemburu padamu.” Jawabku.
Perlahan-lahan suaramu mereda dan kemudian berhenti. Menyisakan tetes-tetes air yang jatuh dari atap bangunan. Aku bangkit dari duduk ku berjalan perlahan sembari menatap langit yang mulai kembali cerah sehabis hujan. Aku tersenyum, “Ada pelangi”. Ucapku perlahan.

Kamis, 20 Maret 2014

Don’t You Remember ?



Cinta itu asem manis kayak permen nano nano. Banyak hal yang bisa membuat orang jatuh cinta. Seperti kata pepatah “Dari Mata Turun ke Hati” , ada lagi bahasa kerennya “Love at The First Sight” , yang katanya artinya itu jatuh cinta pada pandangan pertama, tapi jatuh cinta pada pandangan pertama gak semua orang pernah mengalaminya. Ceillleeeehh… Jatuh cinta terkadang tak disadari dari mana awal permulaanya. Tak tahu bagaimana memulai ceritanya jika ada yang bertanya “Bagaimana sih, ceritanya kamu bisa jatuh cinta sama dia?...Jatuh cinta segalanya terasa indah, segala sesuatu yang berhubungan dengannya akan dianggap sebagai sesuatu yang sempurna tak ada cela sedikitpun. Yak, “Tai kucing rasa coklat”, begitulah kira-kira peribahasa menggambarkannya. Jatuh cinta yang segalanya serba indah, aura-aura pink bahagia dimana-mana, rindu yang tak terperi jika sejam saja tak melihatnya membuat banyak orang terkadang lupa sesuatu hal yaitu rasa sakit. Yah, rasa sakit saat yang disayangi ataupun yang dicintai pergi (baca: putus). Semua orang selalu menyiapkan hati untuk jatuh cinta tapi tak menyiapkan hati ketika kehilangan. Seseorang yang awalnya dielu-elukan bak pangeran, dipuji-puji setinggi langit bisa saja berbalik 180 derajat menjadi orang yang paling kau benci sedunia.

Jalan-jalan (Wo)Men!!!!....



Aktifitas yang dilakukan tiap hari, entah itu cuma mau beli makanan ke warung, ke dapur, bahkan ke wc pasti jalan kaki. Kecuali orang yang bener-bener malas untuk jalan dan jadinya dia lebih milih ngesot daripada jalan. :p .... Yah, itu semua pilihan cuy..! Terkecuali lagi sakit dan nda bisa jalan.
Jalan sama jalan-jalan punya arti berbeda tapi sama-sama menggunakan kaki sebagai media untuk melakukannya. Tapi, ada juga sebagian orang yang jalan-jalannya pake motor atau mobil, becak atau bentor, mungkin juga ada yang milih jalan-jalan pake bemo atau andong kali yah? … yang memilih untuk murah meriah ya itu tadi, jalan kaki. Saya lebih suka jalan kaki dan lebih memilih untuk jalan kaki daripada naik motor atau mobil, kecuali saya lagi terburu-buru atau memang tempat yang ingin dituju agak jauh. Tapi, kalo ada yang ngajak jalan kaki walaupun tempat yang dituju jauh saya mau saja yang penting ada teman jalan daripada jalan sendiri, kan lebih baik berdua daripada sendiri. ^_^ Adek saya pernah jalan kaki dari sekolahnya ke kos saya, Sekolahnya di Daya (Depan AURI) dan kos-an saya di kawasan kampus Unhas (mungkin sekitar 3-4 kilo jauhnya, adek saya memang luar biasa). Bagi yang tinggal di Makassar pasti tahu jaraknya.
Jalan kaki punya keuntungan tersendiri, bisa hemat dan juga menyehatkan badan. Saya jadi ingat perkataan seorang pegawai susu anlene waktu pemeriksaan tulang gratis. Katanya tulang saya bagus, sering-sering aja jalan kaki. Saya dalam hati ngomong tiap hari malah mbak saya jalan kaki, dari senin sampai jumat jalan kaki pulang pergi kampus. Lagian di rumah juga nda ada kendaraan jadi jalan kaki sudah terbiasa.
Setelah berkutat dengan sesuatu yang bikin pusing (gak mau sebut), kami janjian mau jalan-jalan sekalian melepaskan stress. Saya yang sudah hampir tiga bulan tak pernah keluar area kampus (kos-an saya ada dalam kawasan kampus). Kalau bicara tentang jalan-jalan, saya paling banter jalan-jalan melepaskan stress itu ke gramed..hehe.. sekalian liat buku apa saja yang menarik. Karena saya suka baca novel dan komik maka rak untuk Manga (komik) dan novel menjadi tujuan utama saya. ^_^

Rabu, 26 Februari 2014

Penantian yang...



Akhirnya, setelah penantian panjang buku pertama BE terbit juga. ^_^
Perjuangan yang cukup panjang bagi mereka yang telah dengan rela dan mengikhlaskan waktunya sedikit tersita demi buku ini. Awalnya saya tak terpikir untuk ikut project ini. Karena dunia tulis menulis masih baru untuk saya, apa lagi untuk nulis cerpen ilmu saya masih kurang. Hehe

Saya pernah menulis cerpen sebelumnya tapi tak pernah selesai karena di tengah cerita saya bingung mau lanjutkan ceritanya seperti apa dan akhirnya mogok dan tak pernah dilanjutkan lagi. Berbekal keberanian seadanya, saya memberanikan diri untuk menulis cerpen. Cerpennya selesai dibuat, saya memberanikan diri untuk membacakannya pada dua orang teman dan ingin mendengar komentarnya seperti apa. Eh, belum satu halamn dibaca mereka berhenti, katanya sih ngantuk. Hikkksss… berarti cerpen saya ngebosenin. =_=

Walaupun komentarnya sudah bikin hati saya sedih kayak orang yang patah hati naskah cerpennya tetap saya kirim. Kan, sudah komitmen mau ikut projectnya. Saya sudah yakin berdasarkan komentar dua orang teman saya, naskah saya tak akan lolos. Apalagi pas dengar kalo banyak yang ikut project ini. Tak ada harapan…tapi, pas baca pengumumannya di blog BE naskah saya lolos pada tahap seleksi dari ranger. Senang dan tak percaya, kenapa bisa lolos? Mungkin para ranger punya penilaian sendiri pada cerpen saya. kata ranger naskah yang lolos masih akan diseleksi lagi, naskah yang akan dimasukkin di buku. Saya mah, senang-senang saja. Lolos seleksi naskah dari ranger itu sudah pencapaian yang lumayan bagi saya yang masih minim pengetahuan tentang dunia tulis menulis tapi, naskah yang lolos dan dibukuin itu adalah luar biasa dan naskah cerita saya lolos ^_^ 
Nih, sedikit cuplikan ceritanya
Aku  berjalan  dalam  diam  merasakan  nyanyian  hujan yang terasa indah. Air hujan mengalir mengikuti alur, terlihat sangat rapi. Tak terlihat ingin saling mendahului. Sudah lama aku tak merasakan nikmatnya air hujan menyirami tubuh ini. Aku  sadar  bahwa  selama  ini  aku  lebih  sering  menghindari daripada  menikmati  salah  satu  anugerah  Tuhan  ini.  Hujan menemani  langkahku  dalam  diam.  Tak  terbesit  dalam kepalaku berlari untuk menghindarinya. Kubiarkan air hujan menyirami  tubuhku  seolah  air  hujan  dapat  membersihkan seluruh  kesalahanku. 
“Kau berjalan pulang sendiri?” tanyanya padaku. Aku diam tak menjawab. “Jangan berjalan sendiri, kau itu perempuan,” katanya  lagi.  Aku  masih  diam  mematung….
Kelanjutannya, baca aja sendiri. Caranya, beli bukunya. Heheh
Ide ceritanya berasal dari pengalaman pribadi dan memang benar-benar terjadi pada saya. Judulnya "Ten Minutes". Sebuah cerita yang menurutku sweet dan romantis. Kejadian yang menurut kebanyakan orang cuma terjadi di drama-drama romantis. Ini hanyalah sepenggal cerita manis dalam perjalanan hidup. Mengisi lembaran-lembaran yang masih kosong dalam buku perjalanan hidupku.
Bagi yang sudah beli bukunya, terima kasih banya telah menyisihkan uangnya utnuk beli buku BE yang pertama. Selamat Membaca ^_^