Pages

Kamis, 08 Desember 2016

Catatan 25

Sebuah perjalanan panjang yang masih belum berhenti. Masih mencoba mencari yang terbaik. Terkadang terhenti sejenak untuk merefleksikan apa yang telah dilalui sebelumnya. Kemudian melanjutkan kembali perjalanan. Menempuh perjalanan yang tak selalu semulus jalan tol, tak selalu lurus, terkadang berkelok-kelok, menanjak dan kemudian menurun. Cuaca yang selalu berubah. panas dingin, terik matahari dan hujan pasti mewarnai.

Pemberhentian dalam sebuah perjalanan memiliki banyak ragam dan corak. Penuh warna dan fatamorgana membuat seseorang untuk berhenti lama. Itulah mengapa ada yang membutuhkan waktu yang lama untuk tersadar dari pemberhentian dan berhenti berputar di lingkaran yang sama. Aku menyebutnya lingkaran setan. Ada yang berat hati melangkah ada yang pergi dengan langkah ringan. Semuanya tergantung dari keputusan yang diambil dan tekad yang dibuat.

Semangat untuk perjalananmu.   


Rabu, 02 November 2016

BUANG ATAU KENANG

Tanpa sadar menelusuri jejak yang mulai memudar. madu kini berubah menjadi racun. dunia terus berputar. Banyak hal buta menjadi lebih jelas jika diperhatikan dari sisi lain yang mungkin sebaginan menyadari kemungkinan yang akan terjadi, memilih untuk tak terlalu peduli atau bisa jadi menolak realita.

Semua hal bisa jadi obat atau racun, menyembuhkan atau mematikan.tergantung pada pilihan dan penilaian. Buang atau kenang.

Rabu, 26 Oktober 2016

TALK WITH RAIN (4)


Malam ini udara sedikit dingin mungkin karena hujan tadi sore yang masih menyisakan dinginnya untuk malam ini. Tirai merah maroon melambai-lambai ditiup angin dari jendela yang masih terbuka. Saat aku berniat untuk menutupnya mataku menangkap sosok yang melambaikan tangannya sembari tersenyum. Aku bergegas ke beranda untuk menemuinya. Kudapati ia duduk di kursi kayu favoritku sedang menatap tanaman bunga yang ada di depannya. Ia menyadari langkah kakiku dan kemudian menoleh. Tangan kanannya mengisyaratkan padaku untuk duduk di sampingnya. Aku memilih duduk di seberangnya. Dia hanya tersenyum melihat tingkahku yang sedikit mengabaikannya.
Seperti biasa, hanya diam tanpa bicara keheningan terasa merambat dan  menggantung di atas kepala menjadikan udara dingin semakin terasa.  Serasa beku.
“Aku datang untuk menjengukmu.” Ucapmu memecah kebekuan. “Aku senang kali ini aku tepat waktu. Tadinya aku khawatir karena mungkin kau tak akan menyadarinya seperti waktu itu.” Ia tersenyum menatapku.

Senin, 24 Oktober 2016

TEGURAN



Deru suara mobil dan motor yang berseliweran menyadarkanku. Ah, sudah berapa lama aku duduk membaca di sini? Buku yang ku baca masih tersisa banyak halaman yang menunggu untuk dibaca tapi rasa malas lebih dulu menggerogoti diriku. Ku urungkan untuk melanjutkan bacaanku. Ku pandangi buku yang ada di tanganku. Buku asing, sama sekali tak ku kenal dan anehnya berada di tanganku dan aku tak tahu darimana buku ini kudapat. Aku membacanya. Mungkin berusaha untuk membacanya. Kata-kata di dalamnya begitu sulit ku pahami. Apakah karena buku ini berbahasa asing? Ah, tidak. Buku ini dalam bahasa yang ku mengerti, tapi mengapa tak bisa ku pahami? Sebegitu susahnya kah?

TALK WITH RAIN (3)



Ku buka mataku sedikit terpaksa dengan perasaan tak rela malam berganti pagi. Entahlah, akhir-akhir ini aku merasa malas menyambut pagi. Ada apa denganku? padahal pagi tak pernah sekalipun mengecewakanku. Maafkan aku, izinkan aku membencimu sekali ini saja.  Mataku terbelalak melihat sosok yang duduk di samping tempat tidurku. Apakah aku belum sepenuhnya terbangun? ini pasti mimpi. Tapi ini tak sepenuhnya mimpi, sosok itu muncul lagi, duduk memandangku dalam diam. Aku bangun dan duduk memandang balik padanya. Dia masih diam memandangku dengan tatapan yang tak ku mengerti.
Tidak, ini pasti mimpi.

Kamis, 08 September 2016

Gado-gado

Assalamualaikum. Holaaaa....hollaaaa...

Hari ini karena temanya adalah gaje a.k.a gak jelas maka siap-siap saja membaca tulisan absurd...hehehe

Oke, yang pertama adalah saya sedang pusing dengan study plan yang harus dibuat + essay yang tak kunjung selesai. Yang kedua, saya sedang galau karena kuota internet untuk mendownload habis dan masih banyak drama yang harus di download (drama korea dan dorama Jepang), streaming youtube (streaming bukan asal streaming), download anime Naruto yang lama belum dilanjutkan lagi (sampai sekarang masih di episode 440), dan saya hanya bisa manyun dengan mata sedih membaca artikel atau postingan-postingan sinopsisnya.

Oh, iya. Bicara tentang drama, saya kesal dengan komentar negatif para penonton yang sebagian besar bikin sakit hati. Kalau menanyakan pendapat saya tak penting (APALAH DIRIKU INI, PENDAPAT ORANG AWAM) karena saya pasti akan menjawab dramanya, alur cerita, aktor dan aktrisnya semuanya bagus... TOP MARKOTOP!!!!

Dari drama, kita berpindah pada musik. BTS, salah satu idol kesukaan saya (FYI, saya suka SHINee, Super Junior, Exo, dan BTS) akan mengeluarkan full album yang berjudul "Wings". Konsep mereka di album ini bikin saya bingung dan memasang wajah yang kalau dituliskan dalam bentuk kata "What The .....", What's Going On?"... de el el. Apalagi saat Big Hit mempromosikannya dengan merilis short film yang sejauh ini sudah dua bagian yang diluncurkan di akun Youtube resmi iBighit. Saya tak mengerti sama sekali dan saya yakin bukan hanya saya saja yang merasakannya. Sepertinya mereka banyak menggunakan simbol-simbol dalam short film tersebut. 


Sekian keGajean hari ini. ada yang bertahan baca sampai selesai? XOXO gak nyampe ^_^



Kamis, 01 September 2016

MERANTAU

Jauh di negeri orang, mandiri, siap mental, niat, dan tekad. Mungkin tak semua orang bisa dan mampu melaluinya. Bagi sebagian orang mrantau bisa menjadi momok yang menakutkan. Tak hanya bagi yang akan prgi mrantau, tapi bagi yang ditinggal merantau memiliki lebih banyak kekhawatiran, terutama bagi seorang ibu yang melepas anaknya pergi jauh ke negeri orang. Walau tak secara lisan kekhawatiran itu diungkapkan tapi dari raut wajah dapat tergambarkan kegelisahan itu.

Di keluarga saya, kedua orang tua membebaskan kami memilih apa yang kami inginkan, sukai, dan yang ingin kami lakukan selama itu tak melanggar norma dan nilai yang ada dalam masyarakat, termasuk dalam hal ini tentang pendidikan. Itu sebabnya sejak SMA kami telah disekolahkan jauh dari kampung halaman. Mulai dari saya yang kuliah di luar Sulawesi Tengah, adik perempuan saya yang kuliah di Jogja, dan adik perempuan saya yang satu lagi yang melanjutkan di MAN di Makassar. Kami disekolahkan jauh dari kampung halaman dengan harapan agar dapat mandiri dan berhasil. Rumah yang tadinya ramai kini mulai sepi. Adik-adik saya hanya bisa pulang setahun sekali yaitu pada saat bulan puasa dan bahkan kadang dua tahun sekali baru bisa pulang. Saat melihat ibu, saya tahu beliau kesepian. Terselip rasa bersalah karena harus meninggalkannya jauh disaat usianya sudah tak lagi muda. Usia dimana dia sangat ingin berada dekat dengan anak-anaknya, mengisi rumah dengan suara pertengkaran kami atau suara gelak tawa kami saat bercanda.


Kini, sekali lagi ibu mengikhlaskan anak laki-laki satu-satunya pergi menuntut ilmu ke negeri yang jauh. Jarak yang ditempuh tak main-main. Beda negara, beda benua, beda budaya, beda bahasa, beda suhu dan iklim. Harapan saya sebagai seorang kakak yang juga mewakili perasaan seorang ibu, semoga dia dapat berbaur, beradaptasi, dan menjalaninya dengan baik. Semoga sukses dengan pendidikanmu, dek. Sehat selalu.